Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Terungkap Modus ‘Pencuri’ Fakta Pelamar Kerja Buat Pinjol hingga Simbol Rupiah 1,1 M

27
×

Terungkap Modus ‘Pencuri’ Fakta Pelamar Kerja Buat Pinjol hingga Simbol Rupiah 1,1 M

Share this article
Terungkap Modus ‘Pencuri’ Fakta Pelamar Kerja Buat Pinjol hingga Simbol Rupiah 1,1 M
Example 468x60

Jakarta

Sejumlah pelamar kerja pada Cililitan, Ibukota Indonesia Timur mendadak ditagih utang pinjaman online (pinjol). Usut punya usut, data diri para pelamar kerja ini disalahgunakan untuk pinjaman online.

Example 300x600

Bukannya mendapatkan pekerjaan, para orang yang terluka pada masa kini malah tertipu. Mereka saat ini ditagih-tagih pinjol.

Sejauh ini terdata ada 26 penduduk pelamar kerja yang berubah jadi korban. Kerugian total ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini telah lama dilaporkan ke Polres Metro DKI Jakarta Timur. Seorang wanita berinisial R yang tersebut membuka lowongan pekerjaan yang disebutkan akan diusut polisi.

Modus Buka Lowongan Kerja

Kapolres Metro DKI Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan modus terlapor berinisial R berpura-pura berubah menjadi penyalur tenaga kerja dalam sebuah konter HP ke Cililitan, Jaktim.

ADVERTISEMENT

“Si terlapor pada hal ini Saudara R melakukan modus operandi sebagai beliau berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter HP,” kata Nicolas, pada waktu dihubungi wartawan, Awal Minggu (8/7).

Nicolas mengemukakan sejauh ini ada 26 individu yang terjebak yang tersebut terdata. Total kerugian para orang yang terluka mencapai Mata Uang Rupiah 1,1 miliar.

“Jadi dengan modus yang disebutkan beliau mendapatkan korban kurang lebih besar ada 26 orang, kemudian jumlah total kerugian Rupiah 1 miliar lebih. Untuk sampai ketika ini, pemeriksaan kami terhadap para saksi yang mana ada bahwa terlapor R ini melakukan pribadi diri,” jelasnya.

Korban Diminta Selfie Bareng KTP

Nico mengungkapkan modus R di pencurian data pelamar kerja tersebut. Dengan iming-iming memberikan hadiah, R masuk akal data yang disebutkan diperlukan sebagai prasyarat untuk melamar sebagai admin dalam konter HP dalam PGC Cililitan.

“Dengan demikian ia mencari mangsa dengan catatan bahwa mangsa atau korban ini dapat memberikan identitas aslinya, berbentuk KTP lalu menciptakan foto selfie dirinya,” ungkap Nico.

Terlapor Akan Diperiksa

Polres Metro DKI Jakarta Timur telah lama menerima laporan bernomor LP/B/1735/VI/2024/SPKT/Polres Metro DKI Jakarta Timur/Polda Metro Jaya, 5 Juni 2024. Terlapor pada perkara ini akan diperiksa.

“Selanjutnya kami akan memeriksa terlapor pada hal ini satu khalayak berinisial R tadi untuk diambil keterangannya sebagai saksi,” ucap Nico.

Sementara itu, Nico menjelaskan pihaknya masih mengusut perkara ini. Enam penduduk saksi orang yang terluka sudah pernah dimintai keterangan.

“Kami telah lama memeriksa 6 pendatang saksi. Dalam hal ini adalah para individu yang terjebak juga kami akan memeriksa terus para saksi lainnya lalu selanjutnya kami akan memeriksa terlapor pada hal ini satu pemukim berinisial R tadi untuk diambil keterangannya sebagai saksi,” imbuhnya.

Baca ke halaman selanjutnya: pengakuan korban….

Saksikan Live DetikPagi:

Pengakuan Korban Mendadak Ditagih Pinjol

Salah satu korban, Muhammad Luthfi (31) warga Ciracas, Ibukota Indonesia Timur mengungkapkan awal mula dirinya mengetahui data pribadinya telah terjadi dicuri untuk pinjaman online (pinjol).

Dilansir Antara, Akhir Pekan (7/7), Lutfi menyebutkan, ada 27 warga pelamar kerja yang mana berubah jadi korban penipuan pelaku berinisial R. Awalnya, menurut dia, puluhan pelamar kerja itu dijanjikan pekerjaan dengan prasyarat memaparkan KTP serta ponsel bersamaan dengan surat lamaran untuk R, selaku karyawan toko ponsel Wahana Store PCG sejak Mei 2024.

“Awalnya R (terlapor) menawarkan pekerjaan sebagai admin konter ponsel. Selanjutnya, para individu yang terjebak memaparkan beberapa persyaratan seperti KTP berikut foto diri,” kata Lutfi ke Mapolres Metro DKI Jakarta Timur, Hari Jumat (5/7).

Kemudian, tanpa seizin kemudian sepengetahuan korban, ternyata terlapor R telah terjadi menginstal program tertentu di dalam ponsel milik para korban.

ADVERTISEMENT

“Tiba-tiba ada proses tagihan pinjaman kemudian kredit ‘online‘, yakni seperti ShopeePay Later, Adakami, Homecredit, Kredivo, Akulaku, lalu lainnya. Sedangkan kami para individu yang terjebak tidaklah pernah mengajukan proses tersebut,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, para korban dirugikan dengan total keseluruhan tagihan sebesar Simbol Rupiah 1,1 miliar.

“Kami kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metro DKI Jakarta Timur. Kami juga mendeklarasikan persoalan hukum ini terhadap kuasa hukum kami,” ujar Lutfi.

Artikel ini disadur dari Terungkap Modus ‘Pencuri’ Data Pelamar Kerja Buat Pinjol hingga Rp 1,1 M

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *