Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

20
×

Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

Share this article
Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik
Example 468x60

Reporter: | Editor:

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah terjadi menyelesaikan annual review dengan dengan Morningstar Sustainalytics.

Example 300x600

Hasilnya, BRI secara konsisten berhasil menurunkan skor ESG Risk Rating-nya, dari mulai high risk pada tahun 2020, hingga berpredikat Low Risk pada 2 tahun terakhir dengan skor pada penilaian terakhir yakni 17,8.

Dalam setiap penilaiannya, setelahnya melakukan analisis menyeluruh, Sustainalytics akan memberikan ESG Risk Score terhadap perusahaan yang digunakan dinilai, lalu mengelompokkannya ke di beberapa kategori, yaitu negligible risk (skor 0-10), low risk (skor 10-20), medium risk (skor 20-30), high risk (skor 30-40), and severe risk (skor di melawan 40).

Dengan demikian, semakin rendah ESG Risk Score, semakin rendah risiko perusahaan terhadap dampak inansial material yang tersebut didorong oleh factor ESG.

Baca Juga:

Predikat Low Risk yang tersebut diberikan Sustainalytics merupakan sebuah pengakuan sebuah lembaga rating berskala internasional terhadap komitmen BRI menghadapi implementasi Keberlanjutan pada perusahaan.

Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, BRI miliki jutaan database nasabah, baik simpanan maupun pinjaman. Ini adalah menyebabkan BRI terpapar risiko data privacy breach dan juga cyber security system.

Dalam asesmennya, Sustainalytics menyimpulkan BRI miliki strong management di pengelolaan isu cyber security system sehingga turut mengatrol predikat BRI di dalam ESG Risk Rating.

Selain berfokus pada asesmen terhadap tata kelola BRI, Sustainalytics juga memberikan apresiasi terhadap upaya BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Hingga tahun 2023, BRI telah terjadi berkontribusi berhadapan dengan 65% pencapaian inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan corporate purpose BRI untuk berubah jadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Finansial Inclusion”.

Baca Juga:

Melengkapi ketiga aspek ESG, asesmen ESG Risk Rating juga dilaksanakan melawan aspek Lingkungan, satu di antaranya bagaimana BRI menyikapi risiko iklim yang mana berkemungkinan memberi dampak pada kegiatan industri dan juga operasional perusahaan.

Sebagai lembaga jasa keuangan, BRI memegang peranan di berkontribusi menghadapi pembangunan ekonomi juga pembiayaan ke proyek-proyek yang dimaksud ramah lingkungan.

Saat ini, BRI telah lama menetapkan Net Zero Emission Targets yang mencakup Scope 1, Scope 2, juga Scope 3 (Financed Emissions).

Tidak hanya sekali membiayai proyek ramah lingkungan, BRI juga melakukan upaya pendanaan (funding) yang digunakan dijalankan dengan menerbitkan instrumen-instrumen keuangan berwawasan lingkungan, dan juga pemakaian kendaraan listrik serta pemasangan solar panel dari sisi operasionalnya.

Implementasi keberlanjutan yang dijalankan BRI, selanjutnya akan dituangkan ke di Laporan Keberlanjutan yang diterbitkan setiap tahun sebagai bentuk transparansi perusahaan untuk para pemangku kepentingan, termasuk lembaga ESG rating internasional untuk mendapatkan rating ESG.

Baca Juga:

Rating ESG berubah menjadi penting lantaran merupakan cerminan persepsi dari lembaga rating terhadap implementasi ESG perusahaan.

Memiliki rating ESG yang tersebut baik akan menguntungkan, juga dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan.

Tidak belaka itu, di serangkaian asesmennya, perusahaan pun dapat mengeksplorasi berubah-ubah parameter dan juga indikator keberlanjutan yang tersebut dianggap material kemudian relevan dengan kegiatan operasional bisnisnya.

Hal ini berubah jadi bekal di mengidentifikasi dan juga menjalankan risiko ESG, dan juga menyusun strategi keberlanjutan.

Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto mengungkapkan bahwa kemampuan pengelolaan ESG BRI mempunyai arah serta strategi yang tersebut jelas sebagai bagian dari value creation untuk seluruh stakeholders.

Baca Juga:

“Membaiknya skor ESG Risk Rating Sustainalytics menjadi low risk ini mencerminkan bahwa BRI terus berjuang menerapkan prinsip keberlanjutan, lalu diharapkan mampu menguatkan nilai-nilai tata kelola perusahaan bagi BRI, untuk terus diimplementasikan pada beraneka model industri perseroan,” ujar Solichin di siaran pers, Akhir Pekan (7/7).

BRI meyakini bahwa pelaksanaan tata kelola ESG dapat dilaksanakan dengan mendapat tone from the top.

Artinya, manajemen perusahaan harus mempunyai urgency dan juga arahan menghadapi strategi perusahaan, sehingga implementasi ESG di dalam perusahaan dapat berjalan sesuai tujuan korporasi.

“BRI menunjukkan komitmen manajemen pada menangani isu-isu ESG ini, salah satunya dengan membentuk Komite ESG di level direksi, yang digunakan diketuai segera oleh Direktur Utama. Komite ini memiliki kewenangan serta tanggung jawab untuk menyetujui kebijakan keberlanjutan, strategi, juga roadmap implementasi ESG untuk mengarahkan BRI pada mencapai tujuan keberlanjutannya,” pungkas Solichin.

Selanjutnya:

Menarik Dibaca:

Cek Berita kemudian Artikel yang dimaksud lain di



Artikel ini disadur dari Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *