Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Otomotif

Kisah Royal Enfield Sebelum Memproduksi Motor di dalam India

19
×

Kisah Royal Enfield Sebelum Memproduksi Motor di dalam India

Share this article
Example 468x60

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan sedang melelang puluhan unit motor Royal Enfield. Melalui lelang itu, para penggemar Royal Enfield digadang-gadang bisa jadi mendapat motor yang dimaksud dengan nilai lebih lanjut murah. 

Royal Enfield merupakan motor yang tersebut sudah ada tak asing ditelinga pecinta kendaraan beroda dua motor pada Indonesia. Merek kuda besi jika Inggris itu sudah pernah bermetamorfosis menjadi salah satu merek sepeda gowes motor yang mana miliki sejarah panjang juga dikenal pada seluruh dunia. Beberapa model sepeda gowes motor yang mana terkenal dari Royal Enfield adalah Classic 350, Himalayan, kemudian Interceptor 650, yang dirancang untuk beragam jenis pengendaraan.

Example 300x600

Sejarah Royal Enfield bermula secara simpel ke pabrik yang dimaksud terletak di dalam Daerah Perkotaan Redditch, Inggris, pada 1901. Daerah Perkotaan Redditch terkenal pada masa revolusi sektor akibat keunggulan produksi jarum serta pancingnya. Daerah Perkotaan ini juga melahirkan ahli-ahli mesin terampil di menciptakan bagian presisi pada drills, mesin pemotong gear, welding rigs, kemudian mesin bubut ke pabrik bawah tanah Royal Enfield.

Pabrik Royal Enfield didirikan ke posisi tambang batu yang tersebut sudah pernah ditinggalkan dalam Westwood, dekat Bradford, Avon pedesaan Wiltshire. Pabrik bawah tanah yang disebutkan tahan ledakan bom sehingga cukup aman tidak ada cuma untuk memproduksi motor, namun menyebabkan anti-aircraft guns diantaranya alat prediksi pengendalian senjata anti-aircraft yang dimaksud akurat.

Pecahnya peperangan bola mengakhiri rencana produksi sipil untuk Royal Enfield Redditch. Pada masa pertempuran ini, semua warga serta produsen pada Inggris bergabung bergabung, di antaranya Royal Enfield. Pabrik ini menghentikan produksi kendaraan beroda dua motor sipil serta mengembangkan kendaraan beroda dua motor khusus yang dimaksud disebut ‘Flying Flea’.

Motor berwarna hijau zaitun yang dimaksud diadopsi angkatan bersenjata Inggris, khususnya pasukan terjun payung. Royal Enfield yang mana dikenal sebagai model WD/RE dirancang khusus sehingga dapat dijatuhkan ke wilayah musuh untuk membantu pasukan udara pada merancang jalur komunikasi.

Kemampuan rangka motor 125cc 2-stroke ini menciptakan Flying Flea mampu diturunkan tepat di dalam belakang garis lawan. Kondisi ini memberikan keuntungan mobilitas lalu komunikasi yang mana penting bagi pasukan terjun payung yang terkenal pada pertempuran Arnhem pada 1944.

Setelah masa perang, pabrik bawah tanah Royal Enfield masih mengatur suku cadang yang tersebut akhirnya melengkapi semua komponen sepeda gowes motor. Di bawah kendali perusahaan yang mana baru dibentuk, Enfield Precision Engineering, sarana yang dimaksud cuma memproduksi motor pencegat antara 1967 serta penutupannya pada 1970.

Beberapa mantan karyawan Enfield kemudian mengambil alih bagian Westwood lalu menggunakannya sebagai bengkel selama dua dekade. Area penyimpanan sampai ketika ini masih digunakan oleh perusahaan keamanan swasta sebagai prasarana pengarsipan kemudian loker.

Model Royal Enfield pun kembali ke jalur sipil guna memberikan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat. Pada 1950, kendaraan beroda dua motor ini dilengkapi telescopic fork dan juga tahunan kemudian dilengkapi gearbox yang tersebut dioperasikan dengan kaki.

Pada 1950-an, pabrik Royal Enfield bereksperimen dengan berbagai warna pada sepeda gowes motor, ada nuansa warna yang digunakan lembut namun ada pula warna yang digunakan mencolok juga berani. Pada akhir dekade ini, tercipta tiga nada warna yakni hijau, merah serta biru yang mana muncul pada model Crusader, Clipper, Bullet kemudian Meteor Minor.

Sepeda motor klasik ini juga diklaim telah dilakukan teruji serta menciptakan berbagai rekor, salah satunya Winifred Wells, pelopor sepeda gowes motor dan juga legenda Royal Enfield.  Pada 1950, pria itu ia mengendarai motor Royal Enfield Bullet 350cc dari Perth ke Sydney, Australia, dan juga kembali lagi. Ia menempuh jarak tambahan dari 5.500 mil cuma di 22 hari.

Kurang dari 2 tahun kemudian, ditemani ayahnya, Winifred kembali mengelilingi benua Australia. Keduanya menempuh jarak hampir 10.000 mil pada 65 hari juga berjuang menerjang suhu 44 derajat Celcius.

Saat ini, Royal Enfield yang digunakan awalnya dimiliki oleh The Enfield Cycle Company di dalam Inggris diproduksi ke India. Dikutip dari slashgear.com, merek ini sudah dimiliki oleh Eicher Motors Limited, sebuah perusahaan India yang dimaksud bekerjasama dengan perusahaan kendaraan komersial, Volvo.

Pasca Perang Planet II, dan juga setelahnya India merdeka dari kekuasaan Inggris pada 1947, negara yang disebutkan mencari sepeda gowes motor untuk pasukan polisi dan juga tentara. Mereka memesan 500 unit Royal Enfield Bullet 350cc dari The Enfield Cycle Company, juga diimpor oleh Madras Motors, sebuah perusahaan swasta yang digunakan telah terjadi mengimpor sepeda gowes Royal Enfield, Norton, serta Matchless ke negara yang disebutkan sejak 1949.

Kemudian, pada 1955 The Enfield Cycle Company bermitra dengan Madras Motors untuk merakit kendaraan beroda dua motor Royal Enfield Bullet di India. Mereka membentuk perusahaan Enfield India dengan saham mayoritas dimiliki oleh perusahaan India tersebut. Enfield India kemudian menerima perkakas dari perusahaan Inggris untuk memproduksi seluruh kendaraan beroda dua motor. Organisasi ini terus memproduksi merek Enfield dalam India selama hampir 40 tahun, kemudian diakuisisi oleh Eicher Motors pada 1994.

Disamping itu, The Enfield Cycle Company pada Inggris bangkrut pada 1971 setelahnya pabrik Redditch ditutup pada 1967. Segera pasca diakuisisi oleh Eicher Motors, Enfield India diubah namanya menjadi Royal Enfield Motor. Organisasi juga mulai menggunakan branding Royal Enfield lalu mulai berjualan kendaraan beroda dua motornya di dalam Inggris.

Menyusul tuntutan hukum di dalam Inggris pada 1999, Kantor Kekayaan Intelektual Inggris memutuskan bahwa mereka itu tidaklah keberatan dengan penyelenggaraan merek dagang Royal Enfield oleh Eicher Motors. Kini, Royal Enfield menjadi pemain global terdepan dalam segmen kendaraan beroda dua motor kelas menengah (250cc – 750cc). Memiliki portofolio produk-produk yang mana kuat serta bervariasi, merek buatan India ini memiliki tambahan dari 10 jt penggemar pada seantero dunia.

KHUMAR MAHENDRA | MOH KHORY ALFARIZI | WAWAN PRIYANTO

Artikel ini disadur dari Kisah Royal Enfield Sebelum Memproduksi Motor di India

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *