Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Internasional

Pakistan mengajukan Kepala Negara Rusia pakai barter untuk hindari sanksi Barat

34
×

Pakistan mengajukan Kepala Negara Rusia pakai barter untuk hindari sanksi Barat

Share this article
Pakistan mengajukan Kepala Negara Rusia pakai barter untuk hindari sanksi Barat
Example 468x60

Kota Moskow – Awal Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Rabu (3/7), mengusulkan untuk Presiden Rusia Vladimir Presiden Rusia untuk menjalankan perdagangan secara barter sebagai cara untuk mengelak sanksi keuangan negara-negara Barat, yang digunakan menghambat kerja identik ekonomi.

Ketika berbicara pada pertarungan di dalam sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di dalam Astana, ibu kota Kazakhstan, Sharif mengenang Rusia kemudian Pakistan selama periode Soviet menggunakan sistem barter. 

Example 300x600

"Pada 50-an, 60-an, lalu 70-an, kita melakukan perdagangan berdasarkan barter. Kami mengimpor sejumlah mesin kemudian item dari Uni Soviet lalu mengekspor tekstil juga dermis ke negara Anda. Semua ini dijalankan dengan syarat," kata Sharif.

"Menurut saya, sekarang adalah waktu yang dimaksud tepat untuk mengatasi kesulitan keuangan lalu perbankan dan juga melanjutkan kemudian memperluas hubungan dagang kita berdasarkan barter," ujarnya.

Sharif menyatakan bahwa pilihan yang disebutkan akan sangat menguntungkan Pakistan juga membantu mengatasi berbagai tantangan lainnya.

Sementara itu pada pertarungan terpisah dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Kepala Negara Rusia menekankan pentingnya proyek Koridor Transportasi Utara-Selatan. Pemimpin Rusia mengumumkan proyek itu "prioritas utama" di rencana bilateral.

Pemimpin Rusia yang disebutkan menggambarkan kerja sebanding dengan Azerbaijan sebagai hubungan yang "ekstensif". 

"Saya yakin kita akan punyak sejumlah hal untuk didiskusikan meskipun kita bertemu setiap bulan," ujar Putin. 

Aliyev menyebutkan "beberapa perkembangan positif" mengenai proyek Utara-Selatan sejak perjumpaan terakhir mereka. Ia juga menyatakan tekad untuk memperluas infrastruktur koridor transportasi pada Azerbaijan.

Aliyev mengakuai bahwa pada waktu ini pihaknya belum memenuhi rencana pemanfaatan prospek maksimal mitra-mitra serta tetangga mereka. 

Kepala Negara Rusia juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Mongolia Ukhanagiin Khurelsukh. Pada penghadapan tersebut, ia menyoroti kemajuan di kerja mirip energi antara kedua negara.

Presiden Rusia itu menyoroti tantangan yang digunakan harus dihadapi Mongolia akibat inovasi iklim. Kepala Negara Rusia menawarkan bantuan pada bentuk pasokan biji-bijian, barang-barang lainnya, serta energi secara gratis.

Khurelsukh, sementara itu, menekankan prioritas Mongolia pada proyek logistik seperti pengembangan jalur kereta api.

Khurelsukh menyebutkan upaya berkelanjutan yang mana diwujudkan negaranya untuk mengatasi kekurangan energi, salah satunya perkembangan pembangkit listrik tenaga air baru-baru ini dengan China. 

Sang presiden juga menyatakan minat negaranya untuk melaksanakan proyek mirip dengan Rusia.

Selanjutnya pada reuni dengan Presiden China Xi Jinping, Putin memuji kerja sebanding antara Wilayah Moskow serta Beijing.

"Hubungan kemitraan komprehensif kemudian kerja serupa strategis Rusia-China sedang melalui periode terbaik di sejarah kedua negara," kata Putin.

"Kerja sebanding kami tidak ada ditujukan untuk berperang melawan siapa pun. Kami tidaklah membentuk blok atau aliansi apa pun. Kami hanya saja berperan demi kepentingan rakyat kami," katanya, menegaskan.

Presiden Xi menyoroti pentingnya menyelesaikan proyek bilateral tepat waktu serta meningkatkan kekuatan persahabatan antara kedua negara.

Xi mengatakan, bahwa pada situasi internasional yang digunakan kompleks juga lingkungan eksternal yang mana penuh tantangan, merekan harus terus teguh pada komitmen persahabatan abadi China-Rusia.

"Bekerja keras demi kesejahteraan rakyat kita, meningkatkan nilai unik hubungan China-Rusia, memupuk pendorong kerja sejenis baru, dan juga bekerja keras tanpa kenal lelah untuk melindungi hak serta kepentingan sah kita, juga norma-norma dasar hubungan internasional," katanya.

Sumber: Anadolu

 

Vladimir Kepala Negara Rusia dilantik sebagai Presiden Rusia untuk kelima kalinya

Artikel ini disadur dari Pakistan sarankan Putin pakai barter untuk hindari sanksi Barat

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *