Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Internasional

Denmark Bantah Tuduhan Presiden Rusia persoalan Kepemilikan Rudal Jarak Menengah

20
×

Denmark Bantah Tuduhan Presiden Rusia persoalan Kepemilikan Rudal Jarak Menengah

Share this article
Example 468x60

Jakarta – Kementerian Pertahanan Denmark pada akhir pekan menolak tuduhan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kepemilikan rudal jarak menengah. Ini adalah pasca Rusia mengancam akan melanjutkan produksi rudal jarak menengah yang mana sebelumnya dilarang, menurut laporan media setempat.

Menurut Presiden Putin, dugaan rudal jarak menengah dalam Denmark akan digunakan untuk latihan militer.

Example 300x600

“NATO adalah aliansi pertahanan. Pencegahan serta pertahanan merupakan salah satu tugas utama NATO, yang diperlukan mengingat Rusia yang digunakan agresif,” demikian menurut keterang Kementerian Keamanan Denmark.

“Latihan merupakan bagian penting dari upaya pencegahan yang dimaksud sedang berlangsung. Tidak ada rudal jarak menengah yang dimaksud dikerahkan di Denmark,” tulis kementerian yang disebutkan terhadap kantor berita Denmark, Ritzau.

Perjanjian tentang Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang tersebut melarang penyelenggaraan rudal nuklir lalu konvensional berbasis darat dengan jangkauan antara 500-5.500 kilometer ditandatangani oleh pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev juga Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan pada 1988.

Namun, Amerika Serikat menyita perhatian diri dari perjanjian pengendalian senjata pada 2019, dengan alasan Rusia melakukan pelanggaran.

Sebelumnya pada Sabtu, Pemimpin Rusia mengklaim bahwa Rusia bukan memproduksi rudal semacam itu sejak perjanjian ditandatangani.

“Hari ini, diketahui bahwa Amerika Serikat tidaklah hanya saja memproduksi tiga sistem rudal, tetapi telah menjualnya ke Eropa untuk latihan, ke Denmark. Baru-baru ini, diberitahukan bahwa sistem rudal yang dimaksud berada dalam Filipina,” kata Pemimpin Rusia di reuni dengan Dewan Ketenteraman Nasional Rusia.

Presiden Rusia itu mengancam akan memulai produksi sistem yang dimaksud kemudian bahwa “berdasarkan situasi aktual,” Wilayah Moskow akan memproduksi kebijakan tentang lokasi, “jika wajib untuk memverifikasi keselamatan kami,” untuk menempatkan sistem tersebut.

Pilihan Editor: Top 3 Dunia: Pemimpin Rusia Minta Maaf, Rusia Usir Staf Kedutaan Denmark

ANADOLU

Artikel ini disadur dari Denmark Bantah Tuduhan Putin soal Kepemilikan Rudal Jarak Menengah

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *